Close
  • Email utama

    bappenda@ntbprov.go.id
  • Call Center

    1500186
  • Berita
  • /
  • Berita Bappenda Provinsi NTB

Pendapatan Daerah Provinsi NTB Terealisasi 5,20 Triliun Rupiah

Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi NTB menggelar press release yang disampaikan langsung oleh Kepala Bappenda Provinsi NTB bersama dengan Sekretaris Bappenda Provinsi NTB, Kabid Pajak Daerah dan Kabid Retribusi Daerah Bappenda Provinsi NTB terkait capaian realisasi penerimaan pendapatan daerah tahun 2019 dihadiri oleh perwakilan media lokal NTB pada Jumat (3/1/2020) di aula kantor Bappenda Provinsi NTB.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappenda Provinsi NTB Dr. H. Iswandi, M.Si mengungkapkan bahwa sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 tercatat Pendapatan Daerah terealisasi sebesar 5,20 Triliun Rupiah lebih atau sebesar 96,26%. Sesuai Perda Provinsi NTB Nomor 8 Tahun 2019 tentang APBD Provinsi NTB TA 2019 dan Pergub NTB Nomor 28 Tahun 2019 tentang Penjabaran APBD TA 2019, penerimaan Pendapatan Daerah  TA 2019  dianggarkan  sebesar 5,40 Triliun  Rupiah. Kondisi penerimaan  Pendapatan yang belum mencapai  100% ini disebabkan penerimaan  dari  komponen  Dana Perimbangan  yang  tidak terealisasi  sebesar  261,46 Milyar Rupiah akibat penundaan transfer DBH Pajak/Bukan Pajak dari pemerintah pusat dan efisiensi pelaksanaan DAK sebagai dana transfer yang bersifat khusus serta tidak terealisasinya estimasi kurang bayar/salur DBH  Pajak/Bukan  Pajak dari pemerintah pusat sebesar 129  Milyar Rupiah. Sementara  komponen  Pendapatan Daerah yang lain yakni Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah terealisasi sebesar 52,07%, kondisi ini disebabkan tidak tercapainya target anggaran Hibah dari Pemerintah Pusat.

Kondisi berbeda terjadi pada komponen PAD, dimana TA 2019 penerimaan PAD terealisasi sebesar  106,01%  atau  melampui hingga 102,75  Milyar Rupiah dari target PAD  sebesar 1,70 Triliun Rupiah.  Penerimaan PAD sebesar  1,811 Triliun Rupiah ini bersumber dari Pajak daerah sebesar 78,04%,  Retribusi  Daerah sebesar  1,07%,  Hasil Pengelolaan  Kekayaan  Daerah  yang Dipisahkan/Deviden  BUMD sebesar 2,99%  clan Lain-Lain   PAD yang Sah sebesar  17,89%. Sebagai penyumbang   PAD terbesar,  Pajak  Daerah telah  terealisasi  sebesar  104,43%  yakni terealisasi sebesar 1,41 Triliun Rupiah dari target Pajak Daerah yang sebesar 1,35 Triliun Rupiah atau dengan kata lain penerimaan pajak daerah telah  melampaui  target dengan pelampauan sebesar 60,01 Milyar Rupiah. Lebih rinci dapat dijelaskan capaian bagian-bagian Pajak Daerah, yakni  PKB dengan  target 407,69 Milyar rupiah telah  terealisasi sebesar 437,05  Milyar Rupiah (107,20%),  BBNKB dengan  target 381 Milyar Rupiah telah terealisasi sebesar 404 Milyar Rupiah (106,04%),  PBBKB dengan  target 254,22 milyar Rupiah mampu terealisasi sebesar 268,97 Milyar Rupiah (105,80%), Pajak Air Permukaan (PAP) dengan target 880 Juta Rupiah terealisasi 896,5 Juta Rupiah (101,88%)  dan Pajak Rokok dengan target sebesar 310 Milyar Rupiah terealisasi 302,87 milyar Rupiah (97,70%) tidak tercapainya penerimaan pajak rokok disebabkan penurunan penerimaan cukai rokok nasional pada triwulan IV tahun 2019 dibandingkan triwulan IV tahun-tahun sebelumnya.

Bagian  PAD lainnya yakni  Retribusi  Daerah pada tahun 2019 dapat terealisasi  sebesar 19,46 Milyar Rupiah (73,91%) dari target sebesar 26,33 Milyar rupiah. Beberapa hal yang menjadi kendala dalam pencapaian target Retribusi Daerah antara lain proses klaim BPJS pada  layanan kesehatan  membutuhkan  waktu yang lama,  terdapat beberapa  objek  Retribusi  Pemakaian Kekayaan Daerah dan Retribusi Penginapan yang baru selesai proses rehab/rebuild serta regulasi baru perpanjangan IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing). Untuk Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan berupa laba atas penyertaan  modal BUMD terealisasi 99,24% dari target yang dianggarkan dimana semua BUMD telah 100% menyetorkan deviden sesuai  RUPS kecuali PT Gerbang Mas NTB. Bagian terakhir PAD yakni Lain-Lain PAD yang Sah telah terealisasi sebesar 118,26% dimana kontribusi terbesar bagian ini bersumber dari Dencla Pajak Daerah, penerimaan BLUD dan  lain-lain penerimaan (kontribusi Dealer, hibah  PT. Jasa Raharja  dan hasil kerjasama daerah dengan  PT. Angkasa Pura).

Penerimaan PAD secara keseluruhan tahun 2019 meningkat sebesar 9,09% atau 150,99 Milyar rupiah dari  penerimaan   PAD tahun 2018. Kontribusi  PAD terhadap  Pendapatan  Daerah tahun 2019 sebesar 34,82% meningkat dart kontribusi PAD terhadap Pendapatan Daerah pada tahun 2018 sebesar 33,60%. Peningkatan  PAD  tersebut 95% disumbang  oleh Pajak  Daerah dimana penerimaan Pajak Daerah tahun 2019 meningkat 144,11 Milyar Rupiah atau 11,35% dari penenmaan Pajak Daerah tahun 2018. Peningkatan terjadi pula dalam bagian Dana Perimbangan dari pemerintah pusat dimana tercatat penerimaan Dana Perimbangan tahun 2019 ini meningkat 4,06% atau senilai 130,47 Milyar Rupiah lebih. Sedangkan penerimaan tahun 2019 pada bagian Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah mengalami  penurunan  sebesar 30,78% dibandingkan tahun 2018 disebabkan pada tahun 2018 terdapat banyak penerimaan berupa bantuan keuangan dari  Pemerintah  Provinsi/Kab/Kota  lainnya  terkait  bencana alam.  Keseluruhan  penerimaan Pendapatan  Daerah tahun 2019  meningkat  5,27% atau  sebesar 260,40  Milyar rupiah dari penerimaan Pendapatan Daerah tahun 2018. (hms/bpnd)

Share :


Berbagi itu indah !!