Close
  • Email utama

    bappenda@ntbprov.go.id
  • Call Center

    1500186
  • Berita
  • /
  • Berita Bappenda Provinsi NTB

RAPAT TAPD : Evaluasi 2020 Untuk Bangun Langkah di 2021

Di luar perkiraan, target pendapatan asli daerah di era covid ternyata melampaui target. Target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP) dan Pajak Rokok menembus ambang batas yang ditetapkan. Hanya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang berada di bawah target yang diakibatkan oleh menurunnya pembelian kendaraan baru oleh masyarakat NTB.

Hal ini terungkap dalam rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang diselenggarakan di Aula Bappenda pada Senin, 4 Januari 2021.

"Alhamdulillah, pendapatan bappenda berdasarkan target sudah mencapai 96 persen" , ujar Kepala Bappeda Dr. Ir. H. Amy Rakhman, MSi

Walaupun begitu karena ada kebutuhan dana besar untuk tenaga kesehatan, yang merupakan pos pengeluaran baru di tahun 2020 sebagai tindak lanjut penanganan wabah covid 19, pengeluaran dan penggunaan dana menjadi terbatas. Kondisi ini menyebabkan beberapa pengeluaran memerlukan penelaahan mendalam. Namun, semua itu tidak mengganggu proses pembangunan NTB tahun 2020.

"Pos dana tenaga kesehatan ini sangat penting di era covid 19. Jangan sampai ada ketidakpuasan timbul dari tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter ahli dan perawat profesional", ungkap Kepala BPKAD Drs. Samsul Rizal, MM.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariyadi menekankan, dalam rangka membangun langkah di 2021 ini supaya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mampu memanfaatkan aset-aset daerah yang dikelolanya sehingga dapat memberikan sumbangsih pada peningkatan pendapatan asli daerah.

"Tolong OPD-OPD yg lain juga berkreasi untuk menciptakan program-program kreatif dan inovatif yg dapat mendukung peningkatan pendapatan asli daerah", tegasnya.


Menyambung pernyataan tersebut kepala Bappenda, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si mengajak semua pihak untuk menekankan pentingnya proses perencanaan yang akan berdampak pada kesempurnaan pelaksanaan kegiatan pembangunan. Perencanaan yang baik akan mampu menghilangkan atau mengatasi hal-hal yang berpotensi mengganggu penggunaan anggaran pembangunan.

"Semua terhubung dr segi perencanaan dan pengendalian dari sisi pelaksanaan. Jadi tahun 2021 kita harus tekankan pada proses perencanaan, perencanaan harus tepat dan sesuai", ungkapnya.

Rapat TAPD sendiri bertujuan untuk menyatukan semua pihak dalam kerja bersama untuk melanjutkan langkah pembangunan NTB di tahun yang baru ini.

"Rapat ini bertujuan melakukan Evaluasi 2020 sekaligus persiapan gas poll tahun 2021 mengawal APBD kita. Dan pertemuan siang ini menjadi penting utk singkronisasi data terkait target belanja dan pendapatan kita", ungkap Sekretaris Daerah Provinsi NTB.

Hadir pula dalam acara tersebut Asisten 1 Setda Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih, Asisten 3 Setda Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Syafii, Sekretaris Bappenda NTB, Hj. Eva Dewiyani, SP, seluruh kepala bidang Bappenda NTB dan BPKAD NTB.

Share :


Berbagi itu indah !!