Close
  • Email utama

    bappenda@ntbprov.go.id
  • Call Center

    1500186
  • Berita
  • /
  • Berita Bappenda Provinsi NTB

CORONA TURUNKAN PRODUKSI AIR KEMASAN

Bappenda NTB mengadakan kunjungan ke PT. Rinjani Tirta Abadi pada hari Selasa, 19 Januari 2021. Silaturahmi ini bertujuan untuk membangun hubungan yang saling membangun antara Bappenda dengan PT. Rinjani Tirta Abadi yang hasilnya diharapkan akan keningkatkan pendapatan asli daerah lewat peningkatan pajak daerah.

  1. Rinjani Tirta Abadi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengemasan air mineral dengan merk “Rinjani”. Perusahaan ini menggunakan air permukaan sebagai bahan bakunya. Hal ini menyebabkan PT. Rinjani menjadi salah satu pembayar pajak air permukaan yang sangat potensial. Pertumbuhan perusahaan tersebut akan meningkatkan besaran pajak yang dibayarkan. Hasilnya, Pendapatan Asli Daerah dapat meningkat. Peningkatan yang membawa kemakmuran bagi NTB.

Hal ini diutarakan oleh Kepala Bappenda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si dalam kunjungan tersebut.

“Kunjungan ini dalam rangka mendengar harapan dan progres. Kami ingin mengapresiasi karena saat ini pajak air ada peningkatan. Seiring dengan hal itu kami mengharapkan supaya perusahaan yang menggunakan air sungai dapat berkembang”, ujarnya.

                Kunjungan ini disambut oleh pihak manajemen PT. Rinjani Tirta Abadi dengan baik. Bapak Teguh, perwakilan Manajemen mengatakan sangat mengapresiasi kedatangan Bappenda. Pertemuan ini kemudian berlanjut membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan hambatan dan tantangan yang menyertai kemajuan perusahaan.

“Sebelum corona kami memiliki 50 karyawan, namun sekarang hanya 30 karyawan. Dan kemungkinan bila tahun ini corona tetap seperti sekarang, kami kuatir akan dapat berhenti berproduksi”, ungkapnya.

                Hasil kunjungan tersebut ternyata membuka sebuah tabir baru. Penjualan air minum kemasan sangat bergantung pada kebiasaan dan budaya masyarakat. Konsumsi air minum kemasan meningkat Ketika masyarakat sering mengadakan acara yang mengundang banyak orang, seperti syukuran, resepsi pernikahan, pengajian. Namun akibat pembatasan interaksi atau social distancing, masyarakat menjadi sangat jarang mengadakan acara penuh kebersamaan tersebut. Hasilnya, konsumsi air minum kemasan pun menurun.

“Sebelum corona kami memiliki 50 karyawan, namun sekarang hanya 30 karyawan. Dan kemungkinan bila tahun ini corona tetap seperti sekarang, kami kuatir akan dapat berhenti berproduksi”, ungkapnya.

                Aspirasi ini ditangkap oleh Bappenda dan akan dijadikan sebagai salah satu catatan yang dapat menjadi landasan kebijakan pemerintah ke depan dalam menciptakan strategi menghadapi corona tanpa menciptakan kerugian pada sector ekonomi.

                Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan pabrik dan proses pengolahan air. Hadir dalam acara ini adalah Kepala Bidang Reribusi, Dana Perimbangan dan Pendapatan Lainnya, Drs. H. Azhar, MM,  Kepala Bidang Pajak Daerah, M. Husni, S.Sos, M.Si, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Nurhinsyah, S.IP, M.Si.

Share :


Berbagi itu indah !!