Close
  • Email utama

    bappenda@ntbprov.go.id
  • Call Center

    1500186
  • Berita
  • /
  • Berita Bappenda Provinsi NTB

TAK HANYA TNI, SAMSAT JUGA MASUK KE DESA

Desa memiliki sejarah panjang di Nusantara. Sebelum negara Indonesia berdiri, desa telah memiliki pemerintahannya sendiri. Sedari awal, desa memang selalu memiliki bentuk pemerintahan otonom. Kehidupan masyarakatnya dipenuhi rasa kebersamaan dan gotong royong. Ribuan desa ini kemudian menyatu menjadi Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Bahkan di era perang kemerdekaan, desa selalu menjadi basis pejuang dalam menjalankan perang gerilya menghadapi penjajah. Kisah desa selalu diliputi romantisme, keindahan dan kebersamaan. Bappenda memahami bahwa desa merupakan pusat kehidupan Sebagian besar masyarakat Nusantara. Karena itulah, Bappenda juga mulai masuk ke desa. Tak hanya sekedar untuk mengumpulkan Pajak Kendaraan Bermotor. Namun juga sebagai bentuk pengakuan atas pentingnya nilai desa dalam pembangunan Nusa Tenggara Barat.

Tak mau kalah dengan TNI yang menempatkan anggota hingga ke desa. Bappenda hingga saat ini telah menempatkan anggotanya di lima desa seluruh NTB. Tepatnya di Kabupaten Lombok Timur di desa Sakra, Desa Terara, Desa Kotapraja. Kemudian Kabupaten Lombok Tengah di Desa Pringgarate. Dan yang terakhir di Desa Kadindi, Kabupaten Bima.

Bappenda ingin bisa masuk dan menjadi bagian dari desa. Selain juga untuk memudahkan masyarakat desa untuk membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Masyarakat desa memiliki keterikatan dengan wilayahnya. Sehingga, dengan membuka gerai di Desa, Bappenda juga memberikan penghargaan dan pengakuan akan sifat alami dari masyarakat desa.

Ke depan, Bappenda akan terus memperbanyak pelayanan ke seluruh Desa di Nusa Tenggara Barat. Dalam hal ini, masyarakat desa pun dapat meminta kepada Bappenda jika ingin dibuka sebuah gerai Samsat di desanya. Caranya tentu sesuai dengan aturan dan tata administratif yang berlaku. Pertama, masyarakat dapat membuat proposal ke Pemerintah Kabupaten/Kota yang menagungi desa tersebut. Ini merupakan Langkah awal yang penting, karena Pemerintah Kota/Kabupaten merupakan mitra penting Bappenda Provinsi NTB.

Semakin banyak Samsat masuk ke desa, maka akan semakin baik bagi masa depan pembangunan Nusa Tenggara Barat. Dana Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang dikumpulkan dari masyarakat Desa akan menjadi stimulus bagi pembangunan NTB dan desa itu sendiri melalui mekanisme bagi hasil yang telah diatur Undang-undang. Sedari awal, pajak memang berasal dari rakyat dan digunakan untuk kemakmuran Bersama seluruh NTB.

Bappenda sendiri juga terus bertekad untuk memperluas layanan Samsat desa ke seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat. Karena kami meyakini bahwa pembangunan NTB takkan berjalan maksimal jika tidak melibatkan desa. Bagaimana pun, desa merupakan bagian penting dalam sejarah kehidupan bangsa. Tanpa peran desa, mungkin takkan ada Indonesia yang merdeka. Tanpa desa, NTB mungkin tidak akan mampu tumbuh dengan baik. Karena basis perekonomian NTB berada di desa, yaitu pertanian, perikanan dan perkebunan serta UMKM.

Share :


Berbagi itu indah !!