Close
  • Email utama

    bappenda@ntbprov.go.id
  • Call Center

    1500186
  • Berita
  • /
  • Berita Bappenda Provinsi NTB

Bappenda NTB Gelar Evaluasi Retribusi Daerah dan Lain-lain PAD yang Sah

Dalam rangka optimalisasi Pendapatan Daerah (PAD) khususnya yang bersumber dari Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain PAD yang Sah, Bappenda Provinsi NTB melaksanakan rapat koordinasi bersama dengan Sekretaris atau pejabat yang membidangi dari sejumlah instansi terkait Lingkup Pemerintah Provinsi NTB diantaranya BPKAD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Inspketorat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Balai Laboratorium Kesehatan, Pengujian dan Kalibrasi, RS Umum , RSJ Mutiara Sukma, RS Manambai  dan RS Mata.

Kepala Bappenda Provinsi NTB Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si dalam kesempatan membuka rapat tersebut memberikan arahan dan motivasi kepada peserta rapat guna tetap semangat dalam menghimpun PAD dalam rangka dapat mencapai target dan meningkatkan kapasitas fiskal daerah.

“Ciri suatu daerah mampu adalah terlihat dari PAD. Dari PAD inilah kita mengukur kapasitas fiskal daerah kita”, jelasnya.

Lebih lanjut ia mengajak seluruh pihak dalam forum ini untuk mendiskusikan dan bermusyawarah terkait dengan pencapaian masing-masing instansi terkait serta membedah permasalahan yang dihadapi dan upayanya dalam mencapai target-target pendapatan yang telah ditentukan.

Sejumlah upaya yang dilaksanakan untuk optimalisasi Retribusi Daerah dan LLPAD yang Sah diantaranya adalah dengan optimalisasi Teknologi Informasi (TI) seperti pengaplikasian E-STS sehingga penerimaan termonitor secara online, bekerjasama dengan perbankan untuk pengembangan pembayaran non tunai. Selain itu juga dengan mengalokasikan biaya operasional yng dibutuhkan dalam pelaksanaan pemungutan, inovasi untuk menarik minat masyarakat melalui promosi media online dan offline, meningkatkan kualitas SDM, mengenalkan obyek-obyek pungutan dan melakukan update data potensi berkelanjutan setiap tahunnya.

Share :


Berbagi itu indah !!